Bismillahirrahmaanirrahiim ... Agaknya sudah lama tak kembali menorehkan pena, lebih tepatnya curhat di blog ini. Biar sejenak ku pending kisah menuju halalnya zakiahmad, kini sedang ingin menceritakan suka-duka menanti buah hati. Sungguh perjalanan panjang, entah harus ku mulai dari mana. Saat ini, suasana hati sedang dilanda pilu. Langsung saja, di usia pernikahan 1 tahun 1 bulan ini tetap ku syukuri, alhamdulillah adalah perjuangan kehamilan yang ke-3. Loh? Kok bisa? Sedikit bercerita tentang dua kehamilan sebelumnya, alhamdulillah, sebulan setelah menikah, kami (aku dan suami) langsung diamanahi calon buah hati, dalam artian tidak sempat kosong kandungan. Tentu tidak hanya menjadi kebahagiaan kami saja, orang tua dan keluarga besar pun ikut bahagia mendengar kabar kehamilanku. Maklum kehamilan pertama, kiranya ku masih awam dan karena memang tidak ada keluhan mual, muntah, maboklah yah kasarnya, ku jadi rada tak tahu diri, dalam artian di trimester awal itu ku masih 'rempong...
Kamis, 13 April 2017, atas berbagai pertimbangan, bertempat di salah satu resto dekat kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung tibalah pertemuan penentu perjalanan kami. Ya, hari itu, setelah hampir empat tahun ' hilang ' kami sepakat untuk bertemu lagi, ditemani orang ketiga, mama. Pertemuan pertama dengan berbagai ke-klise-an hati. Sesuai kesepakatan, kami bertemu pukul 14.00 karena harus mengikuti serangkaian aktivitas terlebih dahulu di kampus masing-masing. Sebetulnya sedari ba'da dzuhur kegiatanku sudah selesai, namun aku terlampau grogi, cemas akan apa yang akan terjadi nanti. Sekitar pukul 13.00 kuterima chat dari beliau, sekedar memberi kabar bahwa beliau sudah tiba di TKP, kegiatannya selesai lebih cepat. Bisa saja ku segera menemuinya, namun aku bergeming, enggan tak berani. Aku masih membutuhkan waktu untuk 'bersembunyi', menenangkan gemuruh di hatiku yang nyatanya tak pernah terhenti. Tidak lama dari itu tibalah mama, segeralah kami berangkat menuju ...