Malam ini, entah mengapa sulit terlelap. Tahunya mata sudah basah tak terasa. Sesekali tersenyum sendiri. Bersyukur. Tiba-tiba teringat betapa kurang lebih empat bulan ini kisahku serupa pelangi lengkap bertabur permen nano-nano. Ingin menuliskannya saja, siapa tahu esok lusa anak-cucuku penasaran dengan kisah ibu-ayah dan nenek-kakek mereka, In syaa Allah. Nah, bingung juga, harus dimulai dari mana? Baiklah, bismillah , sepenggal perjalanan menggenapkan dien . Tak pernah walau sekejap ku bermimpi, bahkan dalam fantasiku sekalipun beliau akan menjadi seorang yang teramat istimewa. Bukan berarti sebelumnya tak ku anggap istimewa, istimewa dalam kadar yang berbeda. Ahad malam, kurang lebih pukul 20.40 WIB di bulan April tanggal 9. Pesan singkat berisi kalimat salam masuk ke dalam kotak pesan salah satu akun media sosial. Agak terkejut juga melihat nama sang pengirim pesan. Tidak biasanya. Walau sempat ragu akhirnya ku balas kalimat salam tersebut. Kiraku tak sopan bil...
I believe that everything happens for a reason...